Selapanan adalah tradisi syukuran masyarakat Jawa yang dilakukan ketika bayi berusia 35 hari. Angka 35 berasal dari satu siklus selapan, yaitu perpaduan 7 hari dalam seminggu dengan 5 hari pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon).
Mengapa 35 Hari?
Dalam penanggalan Jawa, kombinasi hari dan pasaran membentuk siklus yang berulang setiap 35 hari. Pada hari selapanan, weton bayi kembali sama dengan weton hari kelahirannya. Inilah yang menjadikan hari ke-35 istimewa dan layak diperingati.
Ritual dalam Selapanan
Beberapa rangkaian yang umum dilakukan:
- Potong rambut (cukur rambut) bayi sebagai simbol kebersihan dan awal yang baru.
- Potong kuku dan merawat bayi.
- Pemberian nama, jika belum dilakukan saat kelahiran.
- Tasyakuran / kenduri dengan membagikan berkat kepada tetangga dan kerabat.
Makna Selapanan
Selapanan adalah wujud:
- Rasa syukur atas kelahiran dan kesehatan bayi.
- Doa dan harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang baik.
- Penanda penting dalam siklus awal kehidupan anak.
Menghitung Tanggal Selapanan
Menghitung hari ke-35 secara manual cukup merepotkan. Anda bisa langsung mengetahui tanggal selapanan bayi beserta wetonnya menggunakan Kalkulator Selapanan di TanggalanJawa.com — cukup masukkan tanggal lahir bayi.
Penutup
Selapanan menjadi salah satu tradisi yang merekatkan keluarga sekaligus melestarikan kearifan budaya Jawa. Hitung tanggal selapanan si kecil sekarang melalui halaman Kalkulator Selapanan.