Beranda/Blog/Mitoni (Tingkeban): Upacara Tujuh Bulanan Kehamilan Jawa

22 Juni 2026 · TanggalanJawa.com

Mitoni (Tingkeban): Upacara Tujuh Bulanan Kehamilan Jawa

Mengenal tradisi Mitoni atau Tingkeban, upacara tujuh bulanan kehamilan dalam adat Jawa, beserta makna, rangkaian, dan filosofinya.

Mitoni — disebut juga Tingkeban — adalah upacara adat Jawa yang dilaksanakan ketika usia kehamilan menginjak tujuh bulan, khususnya pada kehamilan pertama. Kata mitoni berasal dari pitu yang berarti "tujuh".

Makna Mitoni

Upacara ini merupakan bentuk doa dan harapan agar:

  • Ibu dan janin selalu sehat hingga persalinan.
  • Proses kelahiran berjalan lancar dan selamat.
  • Calon bayi kelak menjadi anak yang baik dan berbudi luhur.

Rangkaian Upacara Mitoni

Beberapa prosesi yang khas dalam Mitoni:

  • Siraman — memandikan calon ibu dengan air kembang setaman sebagai simbol penyucian.
  • Brojolan — memasukkan sepasang kelapa gading muda (cengkir) bergambar tokoh wayang ke dalam kain, lalu "diluncurkan", sebagai harapan kelahiran yang lancar.
  • Ganti busana — calon ibu berganti kain sebanyak tujuh kali, melambangkan kesiapan dan harapan akan yang terbaik.
  • Kenduri / tasyakuran dengan hidangan khas seperti tumpeng dan rujak.

Filosofi di Balik Tradisi

Mitoni mengajarkan pentingnya kesiapan, kesabaran, dan rasa syukur dalam menyambut kehidupan baru. Setiap simbol dalam upacara memuat doa agar ibu dan bayi senantiasa dalam lindungan Tuhan.

Penutup

Mitoni adalah wujud cinta keluarga dan penghormatan terhadap proses kehidupan. Setelah sang buah hati lahir, Anda bisa mengetahui weton kelahirannya melalui Cek Weton, lalu merencanakan Selapanan di hari ke-35.

← Artikel sebelumnya

Tradisi Selapanan: Syukuran 35 Hari Kelahiran Bayi

Artikel selanjutnya →

Midodareni: Malam Sakral Sebelum Pernikahan Jawa

Semua Artikel