Logo TanggalanJawa.com

Tanggalan Jawa

Mengenal Istilah-istilah Penting dalam Tanggalan Jawa

2 Juni 2025

Bagi yang baru mulai belajar, Tanggalan Jawa sering terasa membingungkan karena penuh dengan istilah khas. Namun, jika dibongkar satu per satu, istilah-istilah tersebut sebenarnya saling terkait dan membentuk satu sistem yang utuh. Mengenal istilah dasar seperti weton, neptu, pasaran, dan wuku adalah langkah awal penting agar Anda tidak mudah tersesat ketika membaca artikel atau berdiskusi tentang kalender Jawa.

Pertama, ada pasaran, yaitu siklus lima hari: Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Pasaran berjalan bersamaan dengan hari Masehi, sehingga setiap tanggal memiliki kombinasi hari dan pasaran. Dari kombinasi inilah muncul istilah weton, yang merupakan pasangan nama hari Masehi dan pasaran, misalnya Senin Legi atau Jumat Kliwon. Weton sering digunakan sebagai identitas hari lahir dan dasar berbagai perhitungan tradisional.

Kedua, neptu adalah nilai angka yang diberikan kepada hari dan pasaran. Setiap hari dan pasaran memiliki angka tertentu, dan jumlah neptu dari kombinasi inilah yang dipakai dalam hitungan kecocokan, pemilihan hari baik, dan sebagainya. Walaupun detail nilai bisa berbeda menurut sumber, konsep umumnya sama: neptu adalah cara mengubah nama hari menjadi angka agar mudah dihitung.

Ketiga, wuku adalah siklus 30 periode yang masing-masing berdurasi tujuh hari, sehingga satu putaran wuku berlangsung 210 hari. Setiap wuku punya nama dan makna khusus, dan meski tidak terlalu sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, ia tetap menjadi bagian penting dari struktur kalender Jawa di tingkat yang lebih dalam.

Selain istilah-istilah di atas, masih banyak kata lain seperti pawukon, pranata mangsa, dan sebagainya. Namun bagi pemula, memahami empat istilah tadi sudah cukup sebagai pijakan. Dengan bantuan TanggalanJawa.com, Anda bisa melihat bagaimana istilah-istilah itu terwujud dalam tampilan kalender nyata: hari, pasaran, dan informasi tambahan di setiap tanggal. Dari situ, perjalanan mengenal Tanggalan Jawa bisa dilanjutkan secara pelan namun pasti.